Di dalam rancah kehidupan ini, pelbagai dugaan mewarnai nilai nilai pengertian kita..

Ada kalanya kita di uji dengan bermacam macam cara..

Ada kalanya dugaan itu datang bersilih ganti.. Kadang terasa sempitnya waktu dan hilangnya arah tuju takkala sesuatu perkara itu menghampiri dan menghempas pada diri kita..

Kita menjadi takut dan hilang arah.. Apalah yang ada pada kita, jika kita tidak mampu menghadapi saat saat kesusahan dan kesulitan itu?

ketika ujian yang datang, terkadang kita rasakan tidak mampu untuk hadapi, sering kita mengeluh dan menyalahkan mengapa semua ini terjadi..?

Setiap perjalanan kehidupan kita tidak sama dengan orang lain..

Kesabaran dan ketabahan dalam diri kita seharusnya menjadi pegangan dan yakin pada iman, kita di uji untuk memperlihatkan sejauh mana kekuatan di dalam diri kita..

Adakah kita sabar? Sesungguhnya Allah SWT bersama dengan hambaNya yang sabar..

Kita tidak dapat mengulang masa silam untuk memungkinkan bahagia masa depan, kita belajar dari kesusahan untuk menapak mencapai bahagia..

Kita sering menginginkan hari yang cerah… tapi Allah mengetahui, hakikatnya hujan perlu diturunkan..

Kita sering menginginkan kesenangan, jauh dari kesusahan tetapi Allah lebih mengetahui…, kesusahan itu mengajarkan arti kehidupan..

Kita sering menginginkan ketenangan, hakikatnya diri penuh dosa dan kejahatan kerana manusia tidak dapat lari dari salah dan khilaf..

Semuanya bukan hukuman, tapi sebagai tanda kasih sayang Allah agar kita lebih tabah..

Itulah ujian dariNya pada hambanya untuk mengenal arti kesabaran.. Cinta itu ialah bila kita memandangnya, tiada jemu hadir menyapa..

Bila kita teringat akannya, rindu itu amat kuat menggamit rasa dan bila dia sakit, luruh segala rasa karena risau akan dirinya..Cinta kita akan tetap kekal bersama untuknya..

Namun jika jodoh itu tiada, benarkan rasa hati melepaskan perlahan lahan cinta itu..

Menyuruh orang lain bersabar dengan musibah adalah mudah, namun apabila ujian dan dugaan terpikul di bahu sendiri, hakikatnya ia sungguh payah..

Sebagai hamba Allah, kita tidak dapat lari dari ujian yang meremuk redamkan hati kita dengan kekecewaan dan kesedihan.. Sudah lumrah manusia untuk merasa sedih dan kecewa..

Lain orang lain cara menanganinya..
Ada yang menzahirkan kekecewaan dengan airmata yang mencurah, ada yang berlawan dengan keegoan dan ada juga yang menangis di dalam hati, meskipun bibirnya tersenyum lebar..

Menangis dan sedih bukanlah bererti kita hilang harapan..
Jauh sekali untuk menjadikan kita putus asa dengan rahmat Allah..

Sesekali menangis, hati kita akan bangkit sadar bahawa kita hanyalah hambaNya yang lemah dan kerdil..
Sesekali menangis, jiwa kita dididik dengan indahnya sabar dan ridho…

Sesekali menangis, percayalah bukan Allah tidak tahu hancur dan luluhnya hati kita menanggung kecewa dan sedih, tetapi Dia mahu kita rapat padaNya, hati beginilah yang lebih lunak dan lembut beribadat kepadaNya. Setelah kita jatuh dan terluka, bangkitlah semula melangkah..

Namun, jika kita jatuh tersungkur dan sukar untuk bangun, percayalah sinar harapan tetap ada..
KasihNya senantiasa dekat, cuma kita yang selalu alpa dan lalai..

Yakinlah, Allah tidak menciptakan sesuatu ujian atau bencana itu, hanya dengan sia-sia..
Pasti terdapat hikmah dibalik peristiwa yang menimpa..

Bersabarlah duhai jiwa jiwa yang sedang diuji..
Kadang kita mampu untuk menghadapi keseorangan sesuatu permasalahan yang tiba..

Apa yang ada pada kita? Tabah dan sabar adalah pengobat jiwa jiwa yang sedang getir hadapi ujian..
Berusaha.. Berdoa dan bertawakkal pada Allah SWT…”

SUMBER imamkomis 😀

Iklan