PDS-36

Pelangi muncul diatas kurawan Warnanya indah bukan buatan Seorang gadis ternganga keheranan Rambutnya tergerai jatuh ke pangkuan

Sekumtum cempaka sedang mekar ditaman sari desa Manguntur Kelopaknya indah tersenyum segar Kan kupetik cempaka itu untuk kubawa tidur malam nanti

Ku buka daun jendela dan terbayang malam yang indah di hiasi chandra kartika Di penghujung malam yg sunyi Sepuluh kali aku melewati pintu rumahmu yang masih rapat terkancing dari dalam Kapn kubuka Wahai sang dewi puspa

Pelangi itu muncul lagi Membuat garis melengkung ke langit tinggi Daun ilalang diterpa angin gemerisik membangunkan tidurku dari dari mimpi buruk Di batas tugu yang indah ini ku pahat dengan bermandikan keringat kasih Kalau kau tatap mega yang berbunga-bunga Disanalah aku duduk menunggu pintu maafmu terbuka

Pelangi senja mengantarkan burung-burung pulang ke sarangnya Domba-domba pulang ke kandangnya Tapi aku hendak kemana Apa yang kulakukan menjadi tak berharga selama senyummu masih kau sembunyikan di balik keangkuhan hatimu

Oh…Nari Ratih…………………..! Kau adalah sebongkah batu karang Tapi aku adalah angin yang sabar setia Sampai langit di atas terbelah dua Aku akan membelai namamu bagaikan bunga

Jika hari telah tidur dipangkuan malam Kukirim bisikan hatiku ini bersama angin Biarpun malam pucat kedinginan Biarpun bintang merintih di langit yang jauh Aku akan tidur dengan tenang Sambil memluk senyummu dalam kehangatan mimpiku

Aku berkelana mencari cinta ke desa-desa yang jauh Dan pada Akhirnya di candi walandit kupuaskan dahagaku

BY imam

 

 

Iklan