Menunggu saat nya tiba


Pusi cinta imam
D-1 HANYA AKU YG TAU
Bukankah Dia lebih pekat dari gelapnya malam
Bagaimana bisa mencari,
bagaimana aku bisa mengerti
Sementara cahaya yang mencoba menyinari, ikut tersesat, hilang terserap.
Bukankah Dia samudera yang tak mampu diterka kehendaknya.
Begitu tenang, biru & redup, dan seketika murka, tenggelamkan semua yang ada.
Lantas, aku menjelma pasir pantai, yang siap menerima deburan luka, siap menerima hempasan tangis maupun tawa
Aku bisa menjelma burung-burung laut, yang sewaktu-waktu terbang meninggalkan, kapanpun aku suka.

Dia banyak bercerita tentang gunung-gunung tertinggi
Lalu aku mulai meniti mendaki.
Dia banyak bercerita tentang keagungan semesta
Lalu aku mulai mencari, dan memahami
Dia banyak bercerita tentang kumbang-kumbang lancang.
Lalu aku tanggalkan sayap, dan berjalan merayap.

Tapi sekarang, dia bacakan sajak-sajak tentang Diam
Melantunkan nada-nada tanpa suara

Apakah itu mengartikan luka,
apakah itu mengartikan tawa bahagia
Tetap saja tak bisa merubah takdirnya .

Diam, aku selalu bisa menikmatinya.
Apakah ia akan membawaku ku pergi?
Apakah ia akan membuatku berlari menghampiri.?
Kita lihat saja nanti. waktu yg bisa  menjawab semua ini

By imam komis
sumber https://tentangsebuahkisahku.wordpress.com

Iklan